Gegar Otak: Cidera Otak Traumatis yang Harus Diwaspadai

Gegar otak tidak menular dan tidak disebabkan oleh virus atau bakteri. Gangguan pada otak ini terjadi karena benturan keras pada bagian kepala, entah karena tertimpa sesuatu yang berat, terjatuh saat berkendara, dipukul benda tumpul, dan hal-hal lain yang dapat membuat otak mengalami getaran traumatis. Pada umumnya, orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan ini akan lupa kejadian saat terjadinya getaran pada otaknya atau pun mengalami pingsan untuk beberapa waktu. Untuk lebih tahu mengenai gegar otak, simak ulasan di bawah ini:

Gejala

Gejala yang akan dialami oleh penderita gegar otak adalah penglihatan kabur, telinga berdenging, bicara menjadi cadel secara mendadak, merasa kebingungan, sakit kepala, sensitif terhadap cahaya atau suara, kesulitan untuk konsentrasi, keseimbangan tubuh terganggu, perubahan prilaku, kehilangan ingatan tentang benturan atau setelah kejadian tersebut, mual, dan muntah. Selain itu, gejalanya juga bisa berupa keluar darah dari hidung atau telinga, kesulitan menggerakkan bola mata, ukuran pupil mata tidak sama, dan kehilangan kesadaran untuk beberapa waktu atau bahkan mengalami koma.

Jenis

Ada tiga jenis gegar otak yang perlu diketahui, yaitu gegar otak ringan, sedang, dan berat. Gegar otak ringan akan membuat penderita mengalami gejala selama kurang dari lima belas menit tapi tidak kehilangan kesadaran. Gegar otak sedang membuat penderitanya mengalami gejalanya selama lebih dari lima belas menit dan tidak pingsn dan gegar otak berat membuat penderitanya pingsan untuk beberapa detik atau menit. Oya, untuk penderita yang mengalami keluar darah dari hidung atau telinga, ukuran pupil mata tidak sama, kesulitan menggerakkan bola mata, kesulitan berdiri, muntah yang terus berulang-ulang, dan kejang, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit karena ini adalah indikasi bahwa ada gangguan kesehatan lainnya pada otak yang artinya bahwa bukan hanya gegar otak saja yang diderita.

Pertolongan pertama

Apabila Anda yang mengalami gegar otak, hal pertama yang harus dilakukan adalah langsung duduk dan menghentikan semua aktivitas yang dilakukan. Hal ini penting untuk dilakukan untuk membuat otak kembali pulih. Sebaliknya, jika Anda banyak bergerak atau bahkan melakukan kegiatan seperti sedia kala, gegar otak kedua bisa saja kembali terjadi. Langkah selanjutnya adalah tidak mengkonsumsi obat-obat generik apapun alasannya tanpa ada resep dari dokter. Mengapa? Apabila Anda melakukan hal ini, pendarahan bisa saja terjadi karena ketidakcocokan obat terhadap gangguan kesehatan yang dialami. Terakhir, setelah beristirahat untuk beberapa waktu dan sudah tidak lagi mengalami gejala, sebaiknya segera bawa diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Bagaimana jika yang terserang gangguan pada otak ini adalah anak? Orang tua harus mengawasi anak minimal selama satu hari untuk memastikan apakah anak mengalami gejala dan perubahan sikap atau tidak karena anak biasanya kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya. Apabila gejala yang sudah disebutkan di atas terlihat dialami anak, segera bawa anak ke dokter.

Perlu diingat pula bahwa baik orang dewasa atau anak-anak yang mengidap gegar otak harus mengikuti saran dokter. Pada umumnya, penderita dilarang untuk melakukan aktivitas fisik atau kegiatan yang dapat menguras otak untuk waktu yang dianjurkan dokter. Rasa pusing selama beberapa hari atau minggu mungkin akan dialami jika gegar otak cukup parah tapi selama mengikuti saran dan pengobatan dari dokter, gejala ini akan berkurang dan sembuh. Ingat untuk tidak memaksakan diri jika memang belum sembuh total.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *