November, 2017

now browsing by month

 

Kenali Gejala dan Penyebab Pneumonia pada Anak

Badan Kesehatan Dunia atau WHO memberikan data yang cukup mengejutkan pada tahun 2015 lalu mengenai pneumonia atau penyakit paru-paru basah di mana ada sekitar 900 ribu anak di seluruh dunia meninggal karena penyakit ini. Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2016 yang lalu memperkirakan bahwa ada sekitar 800 ribu anak di Indonesia yang menjadi penderita penyakit berbahaya ini. Untuk mengobati penyakit ini sebenarnya tidak begitu sulit selama tingkat penyakit belum sangat parah. Dokter akan menganjurkan anak untuk di rawat inap di rumah sakit dan diberikan suntikan dan juga obat-obatan untuk membunuh bakteri-bakteri jahat yang sudah menginfeksi jantung. Penggunaan alat bantu pernafasan juga akan diberikan kepada anak agar pasien tidak kesulitan bernafas.

Untuk mencegah penyakit paru-paru basah pada anak, orang tua disarankan untuk stop merokok jika memang perokok aktif atau setidaknya jangan merokok di dekat anak. Jika orang tua bukan perokok, pastikan bahwa anak tidak dibawa atau didekatkan ke tempat-tempat yang banyak asap rokoknya. Bahkan, jika ada tamu yang berkunjung ke rumah dan merokok, sebaiknya minta atau bawa anak untuk masuk ke dalam kamar guna menghindari terjangkitnya paru-paru anak oleh bakteri yang ada pada asap rokok. Sadari bahwa anak-anak memiliki kekebalan tubuh yang rendah sehingga asap rokok bisa menjadi masalah sendiri untuknya.

Lalu, apa gejala dan penyebab  penyakit pneumonia itu sendiri?

Gejala

Sebelum mengetahui gejala penyakit ini, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Itu artinya tidak hanya pada anak-anak tapi juga remaja dan orang dewasa. Pada umumnya, gejala yang ditimbulkan adalah demam, batuk kering dengan dahak kental berwarna kuning atau hijau yang disertai darah, nafas pendek, rasa sakit pada dada ketika batuk atau menarik nafas, mual dan muntah, kelelahan, diare, dan menggigil. Apabila penyakit ini menyerang bayi yang baru lahir beberapa bulan, gejalanya hanya berupa nafas pendek pada anak yang membuatnya kesulitan bernafas. Sementara itu, jika anak sudah di atas satu tahun, gejalanya bisa berupa demam, kelelahan, dan susah bernafas. Anak yang menderita penyakit ini biasanya akan sangat rewel dan bagian terburuknya adalah ibu tidak bisa memberikan ASI kepada anaknya karena hal tersebut bisa memperburuk kondisi anak. Dokter akan memberikan asupan makanan dan minuman kepada anak melalui infuse agar anak tidak kelaparan.

Apabila ada anggota keluarga baik itu masih anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas, alangkah baiknya untuk segera cek ke dokter guna mengantisipasi memburuknya penyakit paru-paru basah ini. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, ada kemungkinan besar bahwa nyawa pasien bisa diselamatkan.

Penyebab

Penyebab utama pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia yang bisa disebabkan oleh asap rokok. Selain itu, ada pula penyebab lainnya, yaitu virus, jamur, dan aspirasi. Pneumonia akibat virus dipicu oleh virus dari penyakit pilek atau batuk. Sebagian besar balita biasanya mengidap pneumonia akibat virus ini. Disarankan untuk menjauhkan anak dari anggota keluarga, orang tua, atau orang-orang di sekitarnya ketika mereka sedang mengidap batuk atau pilek. Sementara itu, penyebab yang berasal dari jamur biasanya terjadi karena kekebalan tubuh penderitanya memang lemah sehingga penyakit ini dengan mudah menginfeksi paru-paru. Untuk pneumonia aspirasi sendiri adalah tentang bagaimana bakteri penyebab penyakit ini masuk ke dalam tubuh melalui objek asing yang dimakan atau dihirup, baik itu makanan, minuman, air liur, polusi udara, dan lain sebagainya.